Stroberi merupakan tanaman buah berupa herba yang ditemukan pertama kali di
Chili, Amerika. Salah satu spesies tanaman stroberi yaitu Fragaria chiloensis L
menyebar ke berbagai negara Amerika, Eropa dan Asia. Selanjutnya spesies lain,
yaitu F. vesca L. lebih menyebar luas dibandingkan spesies lainnya. Jenis stroberi ini
pula yang pertama kali masuk ke Indonesia
JENIS TANAMAN
Klasifikasi botani tanaman stroberi adalah sebagai berikut:
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonae
Keluarga : Rosaceae
Genus : Fragaria
Spesies : Fragaria spp.
Stroberi yang kita temukan di pasar swalayan adalah hibrida yang dihasilkan dari
persilangan F. virgiana L. var Duchesne asal Amerika Utara dengan F. chiloensis L.
var Duchesne asal Chili. Persilangan itu menghasilkan hibrid yang merupakan
stroberi modern (komersil) Fragaria x annanassa var Duchesne
Strawberry atau stroberi adalah tanaman umum dari genus Fragaria yang dibudidayakan di seluruh dunia. Namanya berasal dari bahasa Inggris kuno streawberige yang merupakan gabungan dari streaw atau “straw” dan berige atau “berry”. Alasan pemberian nama ini masih tidak jelas. Strawberry disukai banyak orang, terutama karena aromanya yang khas, warna merah cerah yang kaya akan pigmen antosianin yang mengandung antioksidan tinggi dan juga senyawa-senyawa lain seperti serat, vitamin C, potasain dan asam ellagic, dan dikonsumsi dalam jumlah besar baik dimakan langsung atau dalam makanan olahan seperti manisan, jus buah, pie, es krim, milk shake, dan sebagainya.
Manfaat Stroberi untuk Kesehatan
Dengan kandungan nutrisinya, buah stroberi memberikan banyak manfaat bagi kesehatan. Dan berikut adalah beberapa manfaat utama buah stroberi untuk kesehatan tubuh:Antioksidan
Stroberi mengandung senyawa kimia yang disebut fenol. Antosianin (Anthocyanin), salah satu jenis fenol yang melimpah pada buah stroberi, menjadikan buah ini berwarna merah terang. Antosianin dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh, yang mana dapat berperan sebagai agen antioksidan dalam tubuh.
Satu cangkir stroberi, kurang lebih 255 gram, dapat memenuhi lebih dari 13% asupan serat harian yang disarankan. Kandungan serat dalam stroberi dapat membantu memperlancar pencernaan, membuat anda kenyang lebih lama, dan dapat menurunkan tekanan darah.
Kesehatan mata
Penelitian menyatakan bahwa sajian tiga buah atau lebih buah stroberi setiap harinya dapat menurunkan resiko degenerasi makula dan katarak yang berhubungan dengan usia hingga sepertiganya.
Kesehatan tulang
Mangan sangat baik untuk kesehatan tulang. Selain itu, mineral potasium, magnesium, dan vitamin K pada buah stroberi juga baik dalam mempromosikan tulang yang sehat.
Anti-inflamasi
Senyawa fenol dalam stroberi juga dapat melawan banyak gangguan inflamasi, seperti osteoarthritis, asma dan aterosklerosis, dengan menghambat enzim siklooksigenase (COX) dengan cara yang sama yang dilakukan obat aspirin dan ibuprofen. Stroberi, bagaimanapun, tidak membawa efek samping yang tidak diinginkan seperti gangguan pencernaan.
Anti-kanker
Kombinasi agen antioksidan dan anti-inflamasi yang ditemukan dalam stroberi terkenal dapat melawan timbulnya berbagai bentuk kanker. Berkat vitamin C, folat, dan flavonoid yang dikandungnya, stroberi adalah pertahanan yang hebat untuk melawan sel berpotensi kanker.
Vitamin C melimpah
Seperti ditunjukkan oleh gambar di atas, sajian 255 gram buah stroberi dapat memenuhi lebih dari 150% asupan harian vitamin C. Vitamin C merupakan antioksidan yang sangat efektif, dapat memperkuat daya tahan tubuh, dan membantu menurunkan tekanan darah.
Mangan
Mangan (manganese) adalah nutrisi penting yang bertindak sebagai antioksidan kuat dan agen anti-inflamasi. Dengan meningkatkan kadar superoxide dismutase (SOD), mangan tidak hanya membantu untuk melawan radikal bebas, tetapi juga mengurangi inflamasi sel–penyebab lain dari berbagai penyakit kardiovaskular.